Responsive Themes vs Mobile Only Themes vs Accelerated Mobile Pages

Saya merasa ketinggalan zaman untuk info yang satu ini. Sebenarnya cukup menarik untuk di aplikasikan ke website-website yang mengedepankan artikel-artikel yang panjang. Yah bagaimana tidak, tampilannya pun sangat simpel, seolah hanya dibuat untuk ponsel, dll.

Mungkin sampai sekarang masih ada yang mencari tahu tentang AMP. Apa itu AMP? Accelerated Mobile Pages adalah salah satu project dari google yang terlahir dari sebuah inisiatif dan inovasi yang dituangkan kedalam bentuk open source yang telah didiskusikan para publisher perusahan teknologi. Dalam diskusi membahas pentingnya peningkatan ekosistem dalam ponsel yang berbentuk konten. Ini amat penting untuk Publisher, konsumen, pembuat, dan juga para penggunanya yang membutuhkan konten dimuat dengan cepat.

Tapi uniknya, jika kalian pengguna wordpress.com,  kalian bahkan tak perlu repot-repot memasang AMP dalam blog kalian, karena amp sendiri sudah terintregrasi dengan platform blog seperti wordpress ini. Tapi AMP ini tidak aktif dalam halaman beranda.

Contoh AMP

Misalnya blog ApelMerah1111 yang beralamat di https://apelmerah1111.wordpress.com/ Tema blognya sendiri sudah support untuk ponsel.

Dan link ini merupakan salah satu artikel dari blognya yang masih belum menggunakan amp https://apelmerah1111.wordpress.com/2016/10/02/console-life-to-game-rehabilitation-city-part-20/AMP

Dan url yang ini kita tambahkan amp dibelakangnya https://apelmerah1111.wordpress.com/2016/10/02/console-life-to-game-rehabilitation-city-part-20/ampaccelerated-mobile-pages-adehaze-03

Jika kita membaca suatu artikel, bacaan, dll mungkin akan lebih cepat dengan AMP. Tapi untuk saat ini, yang tersisa hanya beberapa gambar seperti header dan benar-benar memfokuskan kepada artikel itu sendiri. Karena feature seperti “komentar” dan lain sebagainya akan di pangkas habis tak terlihat.

Menurut saya jika tema yang kalian pakai untuk website itu sudah responsive, lalu kalian juga menyediakan tema untuk ponsel, tak ada salahnya untuk mengaplikasikan AMP kedalam website kalian. Tapi tentu saja itu jadi terlihat seperti “Mubazir”.

Bayangkan saja, Misalnya kita membuka website example.com dengan ponsel, tentu jika website tersebut menggunakan tema responsive, akan disuguhkan secara rapih mengikuti layar ponsel anda. Lalu jika example.com juga menyediakan m.example.com untuk versi ponselnya dengan sedikit plugin, itu juga akan rapih dalam keadaan ponsel. Lalu bagaimana jika website itu juga menggunakan amp? tentu akan bertambahkan untuk versi ringannya. Entah kenapa ini jadi seperti mubazir.

Well, Keputusan ini menjadi tanggung jawab developer itu sendiri. Manakah yang terbaik untuk website yang akan digunakan. Dari ketiganya sendiri memiliki kelebihan tersendiri

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *